Kompetensi dasar
Menjelaskan
bentuk aljabar dan melakukan operasi pada bentuk aljabar (penjumlahan,
pengurangan, perkalian, dan pembagian)
Menyelesaikan
masalah yang berkaitan dengan bentuk aljabar dan operasi pada bentuk aljabar
A.
PENDAHULUAN
Aljabar merupakan salah satu cabang
matematika yang berurusan dengan objek matematika (katakanlah bilangan
yang tidak diketahui nilai persisnya), dan menggunakan lambang seperti x dan
y ketika mempelajarinya.
Dalam aljabar, sifat-sifat yang dimiliki
oleh operasi yang dapat dilakukan pada objek tersebut (bayangkan penjumlahan
dan perkalian) dipelajari, dan kemudian menjadi ‘senjata’ ketika kita
berhadapan dengan suatu masalah terkait objek tersebut.
Pada abad ke-8 hingga abad ke-12 Masehi,
matematika pun berkembang di Timur Tengah, dan Al-Khwarizmi (780-850
M), seorang matematikawan asal Persia, mempelajari persamaan linear dan
persamaan kuadrat secara sistematis. Karena karyanya itulah Al-Khwarizmi
kemudian dianggap sebagai perintis bidang aljabar.
Untuk penegenalan selanjutnya, sekarang coba kalian perhatikan ilustrasi berikut ini:
Ø Jika banyak boneka Rahma dinyatakan dengan x, maka banyak boneka Bilqis dinyatakan dengan x + 5.
Ø Jika boneka Rahma sebanyak 4 buah maka boneka Bilqis sebanyak 9 buah.
Ø Bentuk seperti (x + 5) disebut bentuk aljabar.
B.
BENTUK
ALJABAR
Bentuk aljabar adalah kalimat matematika yang memuat satu
variabel atau lebih yang digunakan untuk mewakili bilangan/nilai yang belum
diketahui.
Atau, Bentuk aljabar adalah suatu bentuk matematika yang
dalam penyajiannya memuat huruf-huruf untuk mewakili bilangan yang belum
diketahui.
Bentuk aljabar dapat dimanfaatkan untuk menyelesaikan
masalah dalam kehidupan sehari-hari. Hal-hal yang tidak diketahui seperti
banyaknya bahan bakar minyak yang dibutuhkan sebuah bis dalam tiap minggu,
jarak yang ditempuh dalam waktu tertentu, atau banyaknya makanan ternak yang
dibutuhkan dalam 3 hari, dapat dicari dengan menggunakan aljabar.
Contoh bentuk aljabar :
- a+5
- 4y
- x2+3x-28=0
Contoh pengekspresian dari kalimat biasa ke bentuk
aljabar
|
Bentuk
kalimat |
Bentuk
aljabar |
|
Lebih
3 dari sebuah bilangan |
x+3 |
|
3
ditambah suatu bilangan |
3+x |
|
3
dikurangi suatu bilangan |
3-x |
|
Selisih
3 dengan suatu bilangan |
x-3 |
|
Dua
kali dari suatu bilangan ditambah 8 |
2(x+8) |
|
Dua
kali dari 8 dikurangi suatu bilangan |
2(8-x) |
|
Dua
kalinya dari delapan kali suatu bilangan |
2(8x) |
|
Sepertiga
dari suatu nilai / membagi 3 suatu bilangan |
x/3 |
|
Pangkat
3 dari suatu nilai |
x3 |
|
3
dibagi suatu bilangan |
3/x |
dan masih banyak lagi bentuk aljabar yang bisa kita
temukan.
C.
UNSUR
ALJABAR
Pada
bentuk aljabar dikenal beberapa unsur, yaitu:
Lambang pengganti suatu bilangan atau nilai yang belum
diketahui secara pasti
Biasanya variabel dilambangkan engan huruf kecil,
misalnya a, b, c, ...x, y, z.
Perhatikan bentuk aljabar 4x + 3y + 9.
Pada bentuk aljabar tersebut, huruf x dan y disebut variabel.
2. KoefisienFaktor konstanta dari suatu suku pada bentuk aljabar.
Biasanya koefisien berupa angka atau bilangan.
Atau secara singkat adalah bilangan yang memiliki
variabel pada bentuk aljabar
Suku pada bentuk aljabar yang berupa bilangan dan tidak memuat variabel
4. Suku
Variabel beserta koefisiennya atau konstanta pada bentuk aljabar yang dipisahkan oleh operasi jumlah atau selisih. Berdasar jumlah sukunya, suku aljabar terbagi menjadi:
a. Suku satu (monomial)
Aljabar yang hanya memiliki 1 suku dan bentuk operasi
aljabar tidak dihubungkan oleh tanda penjumlahan.
Contoh:
§ 4a
§ -7xy
§ 12x2
§ -5a2bc3
b. Suku dua (binomial)
Aljabar yang hanya memiliki 3 suku dan bentuk aljabar
yang dihubungkan oleh satu operasi jumlah atau selisih
Contoh:
§ 2p + 15
§ 3a - 2b
§ -6m3 + 5mn
c. Suku tiga (trinomial)
Aljabar yang hanya memiliki 3 suku dan bentuk aljabar
yang dihubungkan oleh dua operasi jumlah atau selisih.
Contoh:
§ 8x – 4y + 9
§ 6x2 + 3xy – 8y2
§ 2a – 5ab + 4c
d. Suku banyak (polinomial)
Bentuk aljabar yang mempunyai lebih dari tiga suku
disebut suku banyak atau polinom.
Contoh:
§ 9x3 – 4x2y – 5x + 8y – 7y2
§ 2x4 – 5x3 – 4x2 + 7x
Selain macam-macam suku di atas, dalam bentuk aljabar
juga mengenal istilah
a. Suku-suku sejenis
Adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari
masing-masing variabel yang sama.
Contoh:
§ 5x dan –2y;
§ y dan 4y
b. Suku tak sejenis
Adalah suku yang memiliki variabel dan pangkat dari
masing-masing variabel yang tidak sama.
Contoh:
§ 2x dan –3x2
§ –y dan –x3
§ 5x dan –2y
5. Faktor
Faktor adalah bilangan yang membagi habis suatu bilangan lain atau suatu hasil kali.
Untuk memahami pengertian atau definisi dari faktor,
perhatikan contoh-contoh berikut ini.
§ 2 × 3 × 5, atau dapat juga ditulis 2 ∙ 3 ∙ 5
2, 3, dan 5 masing-masing disebut faktor.
§ a x b x c atau a ∙ b ∙ c atau abc
a, b, dan c masing-masing disebut faktor.
§ (2x – 5)(3x + 15) memiliki faktor
(2x – 5) dan (3x + 15)
Next....



0 komentar:
Posting Komentar