Wah, sudah berapa bulan ini sosial distanching di Indonesia?
Sejak bulan Maret 2020 bukan?!?!
Ah, entahlah.
Dimasa pandemi ini masyarakat dipaksa lebih memperhatikan kebersihan diri, menjaga jarak, dan yang lebih penting dan mendadak..dipaksa belajar IT.
Saya ibu sekaligus pengajar. Jadi, selama pendemi ini tentu perlu putar akal, bagaimana ilmu tetap tersalurkan seoptimal mungkin kepada siswa. Diantaranya bisa melalui blog, youtube, media sosial, dll. Di sini keterampilan guru diuji lagi. Semua pihak dipaksa belajar ulang.
Di sisi lain saya merasa ada pemacu untuk belajar otodidak, dari satu webinar ke webinar lain. Di sisi lain merasa senang karena apa yang sudah digiatkan sejak lama jadi lebih 'temonjo', berdaya guna.
Tapi namanya Saya, cepet habis dayanya. Tiba waktunya datang rasa jenuh ketika terbentur pada masalah yang tanpa ada penunjuk jalan keluarnya. Nggak ada yang bisa ditanya. Aduh rasanya pengen membenamkan diri ke kolam. Tapi, Covid-19.
Ya, sudah. Pending dulu, bertahan dulu. Sambil ngubek-ubek foto lama yang rajin saya kumpulkan di telepon genggam yang beralih nama jadi smartphone.
Adem lagi batinnya kalau sudah memandang foto alam terbuka. Pokoknya selain logam dan batu-bata.










0 komentar:
Posting Komentar