TIFA RAHMA INSANI is ME

Karena nama tak sekedar kata. Tak sekedar hajat orang tua. Nama adalah bagaimana diri memaknai.

Pantai adalah kita

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Menangkap gambaran dan Kenangan

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Belajar sepanjang hayat

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Bahagia

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Rabu, 21 Oktober 2020

RELASI DAN PENYAJIANNYA

A.   PENGERTIAN

Relasi adalah suatu aturan yang memasangkan anggota himpunan satu ke himpunan lain. Secara singkat, relasi dapat diartikan sebagai hubungan. Pokok-pokok utama dalam suatu relasi adalah sebagai berikut:

v  Relasi yaitu aturan hubungan

v  Domain atau daerah asal.

v  Kodomain atau daerah lawan.

v  Range atau daerah hasil yaitu anggota kodomain yang mempunyai pasangan dari domain]

 

 

 

 Bagian-bagian dari diagram relasi tersebut:

v  Relasi

     >Ditunjukkan oleh garis biru (f).

v  Himpunan pertama disebut domain atau daerah asal.

     >Ditunjukkan oleh daerah ungu

v  Himpunan kedua disebut kodomain atau daerah lawan.

     >Ditunjukkan oleh daerah merah jambu

v Anggota kodomain yang mempunyai pasangan dari domain akan disebut range atau daerah hasil.

    >Ditunjukkan oleh anggota daerah kuning. Atau ditandai sebagai anggota-anggota kodomain yang memiliki garis panah dari anggota domain.

 

B.   MENYATAKAN RELASI

Relasi antara dua himpunan dapat dinyatakan dengan tiga cara yaitu:

1.    Dengan Diagram panah,

2.    Dengan Himpunan pasangan berurutan, dan

3.    Dengan Diagram Cartesius.


Ketiganya selalu digunakan. Bagaimana tentang perbedaannya, berikut penjelasannya.

1.    Diagram panah

Telah dibicarakan bahwa dari dua himpunan dapat dibentuk relasi antara anggota-anggotanya. Relasi dinyatakan dalam bentuk diagram panah

Misalnya, antara himpunan anak: A={Sherin, Rudi, Ibnu, Amar, Reva} dan himpunan makanan : B={Mi ayam, Bakso, Soto, Donat, Cokelat} terdapat relasi “makanan kesukaan”.

Diagram berikut menunjukkan relasi makanan kesukaan dari himpunan A ke Himpunan B.

Anggota himpunan A yang berrelasi dengan anggota himpunan B ditunjukkan dengan arah panah. Oleh karena itu diagramnya disebut dengan diagram panah.

  

Dari gambar tersebut, diketahui:

Sherin à Donat, berarti Sherin makanan kesukaannya adalah donat

Rudi à Bakso, berarti Rudi makanan kesukaannya adalah bakso

Ibnu à Cokelat, berarti Ibnu makanan kesukaannya adalah cokelat

Amar à Mi ayam, berarti Amar makanan kesukaannya adalah mi ayam

Reva à Cokelat, berarti Reva makanan kesukaannya adalah Cokelat

 

Berdasarkan diagram tersebut, dapat dilihat bahwa:

Domainnya: A = {Sherin, Rudi, Ibnu, Amar, Reva}

Kodomain: B = {Mi ayam, Bakso, Soto, Donat, Cokelat}

Range: Rf = {Mi ayam, Bakso, Donat, Cokelat}

Contoh lain dari relasi yang berbentuk angka.

  

Keterangan :

Relasi: Faktor dari

Domain: A = { 2, 4, 6}

Kodomain: B = {2, 4, 6, 8, 10, 11}

Range: R = {2, 4, 6, 8, 10}

 

2.    Diagram Cartesius

Pada diagram Cartesius, diagram relasi himpunan A ke himpunan B diyatakan sebagai berikut:

a. Anggota A sebagai himpunan pertama ditempatkan pada sumbu mendatar (horizontal)

b.    Anggota B sebagai himpunan kedua ditempatkan pada sumbu tegak (vertikal)

c. Setiap anggota A yang berrelasi dengan anggota himpunan B ditandai dengan sebuah noktah (·)

Jika relasi pada diagram panah di atas disajikan dalam diagram Cartesius, maka seperti berikut :

 

 

3.    Himpunan pasangan berurutan

Relasi dua himpunan A dan B dapat dinyatakan sebagai pasangan berurut (x, y) dengan x Î A dan y Î B.

Bentuk penyajian himpunan pasangan berurut pada relasi di contoh atas adalah

{(2,2), (2,4), (2, 6), (2,10), (4, 4), (4, 8), (6, 6)}.


Sekian dulu materi tentang Relasi dan Penyajiannya. Sampai bertemu di materi Fungsi dan Pemetaan.


RINDU PIKNIK

Wah, sudah berapa bulan ini sosial distanching di Indonesia?

Sejak bulan Maret 2020 bukan?!?!

Ah, entahlah. 

Dimasa pandemi ini masyarakat dipaksa lebih memperhatikan kebersihan diri, menjaga jarak, dan yang lebih penting dan mendadak..dipaksa belajar IT.

Saya ibu sekaligus pengajar. Jadi, selama pendemi ini tentu perlu putar akal, bagaimana ilmu tetap tersalurkan seoptimal mungkin kepada siswa. Diantaranya bisa melalui blog, youtube, media sosial, dll. Di sini keterampilan guru diuji lagi. Semua pihak dipaksa belajar ulang. 

Di sisi lain saya merasa ada pemacu untuk belajar otodidak, dari satu webinar ke webinar lain. Di sisi lain merasa senang karena apa yang sudah digiatkan sejak lama jadi lebih 'temonjo', berdaya guna.

Tapi namanya Saya, cepet habis dayanya. Tiba waktunya datang rasa jenuh ketika terbentur pada masalah yang tanpa ada penunjuk jalan keluarnya. Nggak ada yang bisa ditanya. Aduh rasanya pengen membenamkan diri ke kolam. Tapi, Covid-19. 

Ya, sudah. Pending dulu, bertahan dulu. Sambil ngubek-ubek foto lama yang rajin saya kumpulkan di telepon genggam yang beralih nama jadi smartphone.

Adem lagi batinnya kalau sudah memandang foto alam terbuka. Pokoknya selain logam dan batu-bata.








Jalan-jalan sore di sisi Bandung






Berkeliaran di Jogjakarta

Sebenarnya banyak lagi yang sudah direncanakan tapi harus dibatalkan karena pandemi ini. Ada sederet daftar kota yang ingin dikunjungi. Entah untuk mengenal keistimewaannya. Entah untuk menikmati godaan-godaan kulinernya.
Tapi, setiap kejadian selalu ada hikmahnya. Ada sisi positif yang bisa diambil dari setiap peristiwa. Jadi, nikmati setiap prosesnya dengan kesabaran. Kesabaran memang harus selalu diasah, ditingkatkan kapasitasnya.


Selasa, 20 Oktober 2020

ICON-ICON MEDIA SOSIAL

Youtube




Instagram








email