Assalamualaikum warohmatullahi wabarokatuh!
Alhamdulillah, ada usia dan kesempatan untuk menulis lagi. Penulis bersyukur sampai hari ini masih diberi kesehatan dan kekuatan untuk menjalani kegiatan-kegiatan di tempat kerja maupun di keluarga.
Semuanya indah. Masing-masing adalah dunia yang Saya pilih dengan penuh kesadaran untuk dijalani. Menjalaninya sudah sempurna? Tentu belum..
Mari sambil jalan dan bercerita saja. Hehe...
Sampai bulan ini, peran kedua yaitu sebagai pegawai, masih saja dalam tahap adaptasi. Hal ini tentu karena bukan hal mudah untuk menyatu dengan lingkungan baru yang berbeda adat dan latar belakang kehidupannya.
Ya, awal tahun 2019 ini Saya memulai peran pegawai negeri. Satu-persatu pengalaman akan saya sharing di sini.
1. Masa Pendaftaran
Pada masa pendaftaran, seperti biasa dimulai dengan menyiapkan berkas-berkas yang diminta untuk administrasi. Beruntung pendaftaran sudah melalui daring, sehingga kondisi ibu rumah tangga bisa tetap aktif walaupun anteng di rumah tanpa harus bingung kesana-kemari. Dengan catatan berkas-berkas sudah lengkap sebelumnya.
Disiapin jauh-jauh hari! Jangan suka dadakan yang akhirnya bisa mempersulit diri sendiri lalu mempersalahkan panitia pendaftaran.
Pada saat pendaftaran, untuk kebutuhan formasi dan instansi yang dituju ditampilkan dengan lengkap. Kita bisa mendaftaran kita bisa mengetahui dan memilih langsung instansi yang diminati sesuai formsi yang dibutuhkan. Jadi di tahap ini harus sudah tahu benar apa yang dipilih, sehingga di kemudian hari tidak ada kata menyesal dengan konsekuensinya. Sisi positif dari sistem ini adalah, bahwa rival kita dalam ujian CPNS adalah hanya sejumlah peserta yang sama-sama mendaftar di instansi tersebut, pada posisi tersebut. Nah, makin sedikit kaan..
Saat pendaftaran, saran Saya, jika pilihan Anda berpengaruh pada keluarga maka silakan diskusikan benar-benar dulu dengan keluarga. Karena beberapa peserta yang lolos seleksi lantas mengundurkan diri salah satu faktornya adalah karena keluarga. Karena ini, posisi jadi kosong lagi. Padahal ada peserta lain yang mendambakan posisi ini..
Auh,.. sayang kaan!
Tips berikutnya, persiapkan administrasi selengkap mungkin. Susun serapi mungkin. Untuk memudahkan panitia memeriksa berkas-berkas dengan baik. Diharapkan dengan begitu memperkecil kemungkinan salah dalam memeriksa berkas kita. Panitia ini manusia yang bisa salah juga lho, apalagi kalau lelah. Jangan lupa juga, jaga baik-baik berkas-berkas pendaftaran dan kartu identitas Anda. Karena nantinya akan ditanyakan lagi ketika tahap akhir, yaitu pemberkasan. Jika sampai sih...hee
2. Masa Seleksi Kompetensi Dasar
Setelah ada pengumuman peserta lolos seleksi administrasi, dilanjutkan dengan pengumuman sesi-sesi Seleksi Kompetensi Dasar (SKD). SKD ini terdiri dari materi Tes Intelegensi Umum (TIU), Tes Wawasan Kebangsaan (TWK), dan Tes Karakteristik Pribadi (TKP). Ketiganya memiliki passing grade yang berbeda untuk kategori yang berbeda. Oiya, setiap pengumuan disampaikan melalui daring. Jadi rajin-rajin cek situs resminya sendiri, jangan cuma mengandalkan info dari teman ataupun grup chat.
Persiapan untuk tahap seleksi ini tentu sudah jelas. Man jadda wa jada..
Barangsiapa besungguh-sungguh maka akan berhasil. Kunci utama usaha, doa, ridho orangtua. Saran yang tekesan old but gold. Haha..
Untuk berikutnya, sambung next time yaa..



0 komentar:
Posting Komentar